• Arsip

  • Komentar Terbaru

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

NO. 3

 

Sekolah                         :  SMAN Tanjungsari

Mata Pelajaran            :  Fisika

Kelas / Semester          :  X (sepuluh) / 1 (satu)

Pertemuan ke              :  6 – 8

Alokasi Waktu             :  6 Jam Pelajaran (3 x Pertemuan )

I.   Standar Kompetensi

  • Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika

II.  Kompetensi Dasar

2.1. Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan

III. Indikator

  1. Mendefinisikan pengertian gerak
  2. Membedakan antara jarak dan perpindahan
  3. Membedakan antara kecepatan rata-rata, kelajuan rata-rata, dan kecepatan sesaat
  4. Membedakan percepatan rata-rata dan percepatan sesaat
  5. Menerapkan besaran-besaran físika dalam GLB dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
  6. Menerapkan besaran-besaran física pada GLBB dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

IV. Tujuan Pembelajaran

Siswa dapat :

  1. Mendefinisikan pengertian gerak
  2. Membedakan antara jarak dan perpindahan
  3. Membedakan antara kecepatan rata-rata, kelajuan rata-rata, dan kecepatan sesaat
  4. Membedakan percepatan rata-rata dan percepatan sesaat
  5. Menerapkan besaran-besaran físika dalam GLB dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
  6. Menerapkan besaran-besaran físika pada GLBB dalam bentuk persamaan dan menggunakannya dalam pemecahan masalah

V.  Materi Pembelajaran

  • Gerak lurus dengan kecepatan dan percepatan konstan

VI.  Metode Pembelajaran

Metode                 : – Diskusi

– Demontrasi

– Tanya Jawab

 

 

VII.Langkah – Langkah Pembelajaran

1.   Pertemuan keenam

  • Kegiatan Pendahuluan
    • Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa.
    • Memberikan pertanyaan-pertanyaan sekitar gerak dalam kehidupan. Apa beda jarak dan perpindahan, beda laju dan kecepatan sambil memberikan contoh.
  1. a.      Kegiatan Inti
  • Guru memberikan contoh perbedaan antara jarak dan perpindahan, laju dan kecepatan serta melalui pemecahan masalah sehingga siswa mampu membuat kesimpulan.
  • Menginformasikan kembali tentang pengertian kecepatan rata-rata, kelajuan rata-rata dan kecepatan sesaat dan memberikan contoh pemecahan masalah.
  1. b.      Kegiatan Penutup
  • Guru menyampaikan tugas yang harus diselesaikan

a)      Tugas terstruktur :

(1)   Dapatkah orang yang diam dikatakan bergerak ?

(2)   Benarkah jika dikatakan bahwa pada gerak lurus, posisi sama dengan perpindahan ? Jika tidak, berikan contoh untuk menyangkal pernyataan tersebut

(3)   Benarkah jika dikatakan bahwa besar perpindahan sama dengan jarak? Jika ya, jelaskan dan jika tidak, berikan satu contoh yang dapat menyangkal pernyataan tersebut

(4)   Berikan contoh kasus dimana besar perpindahan selalu sama dengan jarak

(5)   Dapatkah suatu benda yang menempuh jarak tertentu memiliki perpindahan nol? Jika ya, jelaskan !

(6)   Benarkah bahwa besar kecepatan rata-rata sama dengan kelajuan rata-rata ? jika ya, jelaskan dan jika tidak, berilah satu contoh yang menyangkalnya.

(7)   Benarkah bahwa besar kecepatan sesaat sama dengan kelajuan sesaat ? jika ya jelaskan

(8)   Dapatkah suatu benda yang bergerak menempuh jarak tertentu memiliki :

–    Kelajuan rata-rata nol

–    Kecepatan rata-rata nol

Jelaskan jawaban anda

(9) Perhatikan gambar di bawah ini, Ida berlari mengelilingi lapangan sepak bola yang memiliki panjang 100 m dalam waktu 30 sekon dan lebarnya 50 m dalam waktu 20 sekon. Ida berangkat dari titik A dan berhenti di titik C dengan melewati titik B. Tentukan:

(i)   Jarak yang ditempuh Ani

(ii)  Perpindahan yang dialami Ani

(iii) Kelajuan Ani

(iv) Kecepatan Ani

(10) Seorang pelari berlari 6 km ke utara dan kemudian 8 km ke timur. Catatan waktu pelari itu adalah 2 jam

(i)  Berapakah jarak dan perpindahannya?

(ii) Berapakah kelajuan rata-rata dan kecepatan rata-ratanya ?

a)      Tugas tak terstruktur : Membuat peta konsep tentang gerak

  • Siswa disarankan mengunjungi situs fisikakufisikamu.com
  • Salam Penutup.

2.   Pertemuan Ketujuh

  1. Kegiatan Pendahuluan
  • Salam pembuka, mengecek kehadiran
  • Menanyakan PR yang sulit kepada siswa

b.   Kegiatan Inti

  • Melakukan diskusi dan tanya jawab tentang pengertian percepatan, dilanjutkan contoh pemecahan masalah
  • Memberikan tugas pemecahan masalah :
  1. Kecepatan sebuah mobil sebagai fungsi waktu t dinyatakan oleh                     v = 60 + 0,50 t2, dengan t dalam s dan v dalam ms-1tentukan :
    1. Kecepatan rata-rata dari 1,0 s sampai dengan 3,0 s; dan dari 1,0 s sampai dengan 2,0 s
    2. Perceptan pada t = 1,0 s secara intuisi
    3. Sebuah mobil bergerak ke timur dengan kelajuan 45 km/jam selama 10 sekon. Mobil kemudian bergerak 37o diukur dari arah timur menuju ke utara dengan kelajuan yang sama yaitu 54 km/jam selama 10 sekon. Tentukan percepatan rata-rata mobil dalam seluruh perjalanannya
  • Menjelaskan karakteristik dari GLB dan GLBB berdasarkan grafik v-t sekaligus pengembangannya dalam bentuk persamaan dan rumus.
  • Membahas contoh pemecahan masalah GLB dan GLBB yaitu :
  1. Sebuah mobil bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap : (a) 72 km/jam, (b) 60 km/jam. Untuk tiap kecepatan mobil di atas, tentukan jarak yang ditempuh mobil setelah melaju selama 15 menit
  2. Seseorang melajukan mobilnya pada kecepatan 30 m/s. Pada kecepatan ini dia menginjak rem dan mobil berhenti 6,0 s kemudian. Hitung :
    1. Percepatan
    2. Jarak tempuh

c.   Kegiatan Penutup

  • Guru menyampaikan tugas yang harus diselesaikan
  1. Tugas terstruktur :

(1)   Andi mengendarai sepeda motor ke arah utara dipercepat dari keadaan diam sampai kecepatan 72 km/jam dalam waktu 5 s. Tentukan besar dan arah percepatan andi !

(2)   Sbuah mobil balap bergerak dalam lintasan lurus yang dinyatakan dalam persamaan v(t) = 10 – 8t + 6t2, dengan t dalam s dan v dalam m/s. Tentukan percepatan mobil balap tersebut pada t = 3 s !

(3)   Suatu saat Purnomo yang sedang berlari pada kelajuan 9,4 m/s berada 2 m di belakang Mardi yang juga sedang berlari pada kelajuan 9,2 m/s. Berapa detik diperlukan oleh Purnomo untuk menyusul Mardi? Dimanakah Purnomo menyusul Mardi?

(4)   Seseorang melajukan mobilnya pada kecepatan 30 m/s. Pada kecepatan ini dia menginjak rem dan mobil berhenti 6 s kemudian Hitung :

–          Percepatan

–          Jarak tempuh

(5) Sebuah kereta yang melaju dengan kecepatan 10 m/s mendapat percepatan tetap 1,5 m/s2. Hitunglah berapa kecepatannya setelah 10 s dan berapa kecepatannya setelah menempuh jarak 100 m ?

(6) Sebuah pesawat terbang besar memiliki mesin yang memberinya percepatan 2 m/s2. Pesawat terbang mulai bergerak dan harus mencapai laju 100 m/s untuk tinggal landas. Berapa panjang landasan minimum yang diperlukan pesawat itu ?

  1. Tugas tak terstruktur : –
  1. 3.            Pertemuan Kedelapan

a.   Kegiatan Pendahuluan

  • Salam pembuka, mengecek kehadiran siswa.
  • Menagih tugas pekerjaan rumah
  1. b.    Kegiatan inti
  • Menjelaskan gerak vertikal ke atas, gerak vertikal ke bawah dan gerak jatuh bebas.
  • Mendemonstrasikan gerak jatuh bebas menggunakan selembar kertas dan penghapus papan tulis
  • Membahas contoh pemecahan masalah gerak vertikal ke atas, gerak vertikal ke bawah dan gerak jatuh bebas
  • Membahas soal :
(1)      Sebuah bola dijatuhkan dari atap gedung yang setinggi 30,0 m di atas tanah. Tentukan kedudukan dan kelajuan bola setelah jatuh selama  1 sekon dan 2 sekon (g = 9,8 m/s2)
(2)      Seorang anak  melempar bola tenis vertikal ke bawah dari atap rumahnya dengan kecepatan 5 m/s. Selang 1,5 sekon kemudian dia mendengar bunyi bola mengenai tanah. Tentukan kecepatan bola menumbuk tanah dan tinggi atap rumahnya
(3)      Sebuah batu dilempar ke atas dan mencapai ketinggian 25 m. Berapa tinggi batu tersebut terlempar ke atas jika percobaan ini dilakukan di bulan, dimana percepatan gravitasinya sama dengan 1/6 bumi .
  1. c.       Kegiatan Penutup
  • Memberikan tugas pekerjaan rumah yaitu :
  1. Udin menjatuhkan sebuah kelereng dari atas jembatan ampera Palembang. Dia mendengar bunyi kelereng mengenai air setelah 4 sekon. Abaikan waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat ke telinga udin. Hitung kecepatan kelereng sesaat sebelum mengenai air dan tinggi jembatan dari permukaan air
  2. Sebuah batu dilempar vertikal ke atas dengan laju 10 m/s. Tentukan selang waktu untuk mencapai titik tertinggi, ketinggian maksimum, dan kelajuan batu setelah ¼ s, ½ s, dan ¾ s
  3. Dari puncak sebuah menara setinggi 70 m dilemparkan sebuah batu vertikal ke atas dengan kecepatan 14 m/s. Berapa kecepatan batu itu sesaat sebelum mengenai tanah (g = 9,8 m/s2)
  4. Sebuah bola dilemparkan vertikal ke atas dari tanah dan berada di udara selama 6 sekon. Percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 hitung berapa ketinggian maksimum yang dicapai bola, berapa kelajuan awal bola, buatlah tabel kecepatan dari kelajun bola pada saat t = 1 s, 2 s, …, 6 s, dari tabel buatlah grafik kecepatan terhadap waktu dan kelajuan terhadap waktu
  5. Sebuah batu dijatuhkan ke dalam sebuah sumur tua. Setelah 3 sekon terdengar bunyi batu tersebut mengenai air, berapakah kedalaman sumur itu..?
  6. Seorang anak yang berada di atas lantai dua sebuah gedung setinggi 4 m dari tanah melemparkan bola kepada temannya. Bola tersebut ditankap oleh temannya yang berada di lantai dasar setelah 1,5 s hitung berapa kecepatan awal bola tersebut dilemparkan dan berapakah kecepatan bola ketika ditangkap oleh anak yang di lantai dasar
  7. Sebuah bola dilempar ke atas dengan kecepatan awal 15 m/s. Tentukan waktu yang diperlukan untuk mencapai ketinggian maksimum, ketinggian maksimumnya, kecepatan setelah 2 sekon

 

VIII.  Sumber Belajar

  1.             b.     Sumber        :   Supiyanto, 2007, Fisika Untuk SMA Kelas X, Erlangga.
  2.             c.     Bahan          :   Disiapkan oleh guru dalam bentuk kertas kerja berisi tugas untuk didiskusikan.
  3.             d.    Alat              :   kertas, penghapus papan tulis

 

IX.    Penilaian Hasil Belajar

Teknik Penilaian: Tes Tertulis

 

 

hati-hati privacy anda terusik dengan gelombang tera

INFRA MERAH GELOMBANG PANJANG (THz)

A. Mengenal Infra Merah
Penggunaan infra merah dewasa ini selain dalam militer, kesehatan dan telekomunikasi juga sudah merambah dalam skala rumah tangga, bahkan privacy seseorang bisa terusik karena infra merah. Hal ini menunjukkan bahwa infra merah memiliki beberapa kelebihan dibanding berkas sinar lainnya untuk dipelajari dan bisa dimanfaatkan. Pada awalnya, inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh William Herschell, astronom kerajaan Inggris ketika ia sedang mengadakan penelitian untuk mencari bahan penyaring optik yang akan digunakan dalam mengurangi kecerahan gambar matahari pada teleskop tata surya.
Infra merah (IR=infra red) merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih besar dari cahaya tampak, sehingga tidak terlihat oleh mata. Namun demikian, radiasi panas yang ditimbulkan infra merah masih terasa atau masih dapat terdeteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: NIR, MIR dan FIR. Near IR atau NIR, yaitu infra merah dengan panjang gelombang pendek (=0.75-1.5µm), banyak digunakan untuk pencitraan pandangan malam seperti pada nightscoop, bidang farmasetika, diagnostik medis, ilmu pangan dan agrokimia (terutama yang terkait dengan pengujian kualitas), riset mesin bakar, serta spektroskopi dalam astronomi. Mid IR atau MIR, yaitu infra merah dengan panjang gelombang menengah (=1.50-10µm), banyak digunakan pada berbagai alarm, dan Far IR atau FIR, yaitu infra merah dengan gelombang panjang (=10-100µm) digunakan pada alat-alat kesehatan, yang kemudian dikembangkan lagi pada bidang-bidang lainnya, seperti keamanan di bandara berupa pengecekkan senjata biasa, senjata kimia, senjata biologi serta senjata lainnya.
Infra merah gelombang panjang (Far IR) memiliki frekuensi seritar 0,1-10x1012Hz. Infra merah seperti ini kemudian sering disebut sebagai gelombang Tera (THz). Pada spectrum elektromagnetik, FIR atau gelombang Tera ini terletak antara infra merah pada umumnya dengan gelombang mikro, seperti dapat dilihat pada bagan 01.
B. Infra Merah Gelombang Panjang (THz)
Ide dasar dalam mempelajari infra merah ini adalah untuk mensejahterakan manusia, sehingga bidang kesehatan, keamanan serta bidang lainnya mengarah pada kedamaian umat manusia. Namun demikian, setelah informasi ilmu tersebut diperoleh, terkadang banyak disalah digunakan bahkan menyimpang dari maksud sebelumnya. Seperti FIR, yang sebelumnya digunakan sinar x untuk memantau calon penumpang serta barang bawaannya di bandara, sehingga tidak mengakibatkan serangan teror atau bahaya lainnya, seperti dapat dilihat pada gambar 01. Namun demikian, sifat sinar x ini dapat merusak jaringan sel, sehingga bila sering bepergian dengan pesawat terbang maka berdampak kurang baik pada kesehatan, karena selalau dipindai dengan sinar x sewaktu di bandara. Oleh karena itu kemudian diadakan berbagai penelitian untuk mengurangi atau meniadakan bahaya sinar x ini, yang akhirnya mengarah pada gelombang Tera, yang pada awalnya ditujukan untuk menggantikan fungsi sinar x tersebut.
Prinsip pengujian gelombang tera, mirip dengan pengujian terhadap gelombang cahaya biasa. Teryata gelombang tera dapat dipantulkan, diteruskan atau dibiaskan seperti dapat dilihat melalui gambar 02. Misalnya suatu sumber menghasilkan gelombang tera yang kemudian diarahkan pada objek tertentu. Sebelum mengenai objek secara langsung, gelombang tera tentu melewati partikel-partikel udara, lalu dilewatkan pada box penutup barang bawaan penumpang, atau penutup lainnya bahkan diujikan terhadap bahan peledak yang terbungkus rapi. Berkas gelombang tera tersebut ternyata bisa menembus lapisan pembungkus tersebut dan akhirnya sampai pada cermin, sehingga gelombang tera mengalami pemantulan. Gelombang pantulan ini kemudian dideteksi oleh detektor tera, dan divisualisasikan melalui komputer.
Adapun spesifikasi pengujian yang dilakukan, terkait dengan peralatan dan bahan yang digunakan, seperti dapat dilihat pada tabel 01. dari hasil pengujian diperoleh bahwa ketika dilewatkan pada udara dan kain, frekuensi gelombang tera cenderung menurun, namun resolusi semakin meningkat. Ketika jarak antara sumber gelombang tera dan detektor semakin jauh, kemampuan transmisi dan resolusinya semakin menurun.
Pengujian gelombang Tera kemudian dilanjutkan terhadap berbagai bahan lainnya, termasuk kain dari berbagai bahan dasar. Dari hasil pengujian tersebut, diperoleh bahwa gelombang tera dapat menembus dengan baik terhadap berbagai macam kain terutama dari bahan sintetis, namun daya tembusnya kurang bagus terhadap bahan dari katun, wool dan jeans.
Namun gelombang tera dipantulkan ketika dilewatkan pada bahan yang mengandung deret TNT (bahan peledak) dan tubuh manusia Seperti dapat dilihat pada tabel 02.

C. Aplikasi Infra Merah Gelombang Panjang (THz)
Semenjak penemuan infra merah gelombang panjang ini, berbagai penelitian semakin gencar dilakukan, selain dengan maksud awal untuk pendeteksian calon penumpang beserta barang bawaannya di bandara, penggunaan gelombang tera ini semakin meluas. Sehingga kemudian tercipta berbagai kamera Tera mulai dari generasi awal yang hasil scanningnya masih sangat kasar, sampai dengan kamera tera yang hasil scanningnya mirip kamera biasa. Selain itu, didorong untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat, penggunaan gelombang tera sudah mulai merambah pada perangkat telpon seluler dengan jarak pengambilan gambar mencapai 25 meter, dan resolusi yang cukup baik. Berikut ini disajikan hasil jepretan beberapa generasi kamera gelombang tera, sampai dengan generasi yang paling akhir. Gambar 1 merupakan contoh kamera yang menggunakan teknologi tera. Pada gambar 2, seseorang tampak seperti tidak pakai baju, namun resolusi gambar kurang bagus. Pada gambar 3 terdeteksi seseorang membawa pistol di saku celana kanan, dan pisau di saku kiri baju. Pada gambar 4 terdeteksi seseorang membawa pistol di lutut. Pada gambar berikutnya, resolusi gambar jauh lebih bagus.

Sumber bahan bacaan:
Assessment of Millimeter-Wave and Terahertz Technology for Detection and Identification of Concealed Explosives and Weapons. Committee on Assessment of Security Technologies for Transportation, National Research Council.ISBN:0-309-66849-2, 88pages, (2007). http://www.nap.edu/catalog/11826.html
Berbagai sumber online

standar ketuntasan belajar minimal

skbm tik kelas 12, lebih lanjut silahkan download disini

kata kerja operasional dalam pembelajaran

untuk melihat ketercapaian dalam pembelajaran, diperlukan indikator yang dinyatakan dengan kata kerja penujuk yang tepat. lebih lengkapnya, bisa di donload disini

berikir kritis

mau baca lebih lanjut, silahkan download disini

mengapa kita bisa mendengar?

mendengar merupakan peristiwa biasa yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. namun terdapat pula saudara kita yang sampai saai ini tidak bisa merasakan apa yang disebut dengan mendengar. mengapa sebenarnya itu terjadi? apa penyebanbnya? dan mengapa kita bisa mendengar?

mari kita bersama-sama untuk mengupasnya.

INFRA MERAH GELOMBANG PANJANG (THz)

A. Mengenal Infra Merah

Penggunaan infra merah dewasa ini selain dalam militer, kesehatan dan telekomunikasi juga sudah merambah dalam skala rumah tangga, bahkan privacy seseorang bisa terusik karena infra merah. Hal ini menunjukkan bahwa infra merah memiliki beberapa kelebihan dibanding berkas sinar lainnya untuk dipelajari dan bisa dimanfaatkan. Pada awalnya, inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh William Herschell, astronom kerajaan Inggris ketika ia sedang mengadakan penelitian untuk mencari bahan penyaring optik yang akan digunakan dalam mengurangi kecerahan gambar matahari pada teleskop tata surya.

Infra merah (IR=infra red) merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih besar dari cahaya tampak, sehingga tidak terlihat oleh mata. Namun demikian, radiasi panas yang ditimbulkan infra merah masih terasa atau masih dapat terdeteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: NIR, MIR dan FIR. Near IR atau NIR, yaitu infra merah dengan panjang gelombang pendek (l=0.75-1.5µm), banyak digunakan untuk pencitraan pandangan malam seperti pada nightscoop, bidang farmasetika, diagnostik medis, ilmu pangan dan agrokimia (terutama yang terkait dengan pengujian kualitas), riset mesin bakar, serta spektroskopi dalam astronomi. Mid IR atau MIR, yaitu infra merah dengan panjang gelombang menengah (l=1.50-10µm), banyak digunakan pada berbagai alarm, dan Far IR atau FIR, yaitu infra merah dengan gelombang panjang (l=10-100µm) digunakan pada alat-alat kesehatan, yang kemudian dikembangkan lagi pada bidang-bidang lainnya, seperti keamanan di bandara berupa pengecekkan senjata biasa, senjata kimia, senjata biologi serta senjata lainnya.

B. Infra Merah Gelombang Panjang (THz)

Infra merah gelombang panjang (Far IR) memiliki frekuensi seritar 0,1-10×1012Hz. Infra merah seperti ini kemudian sering disebut sebagai gelombang Tera (THz). Pada spectrum elektromagnetik, FIR atau gelombang Tera ini terletak antara infra merah pada umumnya dengan gelombang mikro, seperti dapat dilihat pada bagan 01.

Ide dasar dalam mempelajari infra merah ini adalah untuk mensejahterakan manusia, sehingga bidang kesehatan, keamanan serta bidang lainnya mengarah pada kedamaian umat manusia. Namun demikian, setelah informasi ilmu tersebut diperoleh, terkadang banyak disalah digunakan bahkan menyimpang dari maksud sebelumnya. Seperti FIR, yang sebelumnya digunakan sinar x untuk memantau calon penumpang serta barang bawaannya di bandara, sehingga tidak mengakibatkan serangan teror atau bahaya lainnya, seperti dapat dilihat pada gambar 01. Namun demikian, sifat sinar x ini dapat merusak jaringan sel, sehingga bila sering bepergian dengan pesawat terbang maka  berdampak kurang baik pada kesehatan, karena selalau dipindai dengan sinar x sewaktu di bandara. Oleh karena itu kemudian diadakan berbagai penelitian untuk mengurangi atau meniadakan bahaya sinar x ini, yang akhirnya mengarah pada gelombang Tera, yang pada awalnya ditujukan untuk menggantikan fungsi sinar x tersebut.

Prinsip pengujian gelombang tera, mirip dengan pengujian terhadap gelombang cahaya biasa. Teryata  gelombang tera dapat dipantulkan, diteruskan atau dibiaskan seperti dapat dilihat melalui gambar 02. Misalnya suatu sumber  menghasilkan gelombang tera yang kemudian diarahkan pada objek tertentu. Sebelum mengenai objek secara langsung, gelombang tera tentu melewati partikel-partikel udara, lalu dilewatkan pada box penutup barang bawaan penumpang, atau penutup lainnya  bahkan diujikan terhadap bahan peledak yang terbungkus rapi.  Berkas gelombang tera tersebut ternyata bisa menembus lapisan pembungkus tersebut dan akhirnya sampai pada cermin, sehingga gelombang tera mengalami pemantulan. Gelombang pantulan ini kemudian dideteksi oleh detektor tera, dan divisualisasikan melalui komputer.

Namun gelombang tera dipantulkan ketika dilewatkan pada bahan yang mengandung deret TNT (bahan peledak) dan tubuh manusia Seperti dapat dilihat pada tabel 02.Pengujian gelombang Tera kemudian dilanjutkan terhadap berbagai bahan lainnya, termasuk kain dari berbagai bahan dasar. Dari hasil pengujian tersebut, diperoleh bahwa gelombang tera dapat menembus dengan baik terhadap berbagai macam kain terutama dari bahan sintetis, namun daya tembusnya kurang bagus terhadap bahan dari katun, wool dan jeans.Adapun spesifikasi pengujian yang dilakukan, terkait dengan peralatan dan bahan yang digunakan, seperti dapat dilihat pada tabel 01. dari hasil pengujian diperoleh bahwa ketika dilewatkan pada udara dan kain, frekuensi gelombang tera cenderung menurun, namun resolusi semakin meningkat. Ketika jarak antara sumber gelombang tera dan detektor semakin jauh, kemampuan transmisi dan resolusinya semakin menurun.

C. Aplikasi Infra Merah Gelombang Panjang (THz)

Semenjak penemuan infra merah gelombang panjang ini, berbagai penelitian semakin gencar dilakukan, selain dengan maksud awal untuk pendeteksian calon penumpang beserta barang bawaannya di bandara, penggunaan gelombang tera ini semakin meluas. Sehingga kemudian tercipta berbagai kamera Tera mulai dari generasi awal yang hasil scanningnya masih sangat kasar, sampai dengan kamera tera yang hasil scanningnya mirip kamera biasa. Selain itu, didorong untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat, penggunaan gelombang tera sudah mulai merambah pada perangkat telpon seluler dengan jarak pengambilan gambar mencapai 25 meter, dan resolusi yang cukup baik. Berikut ini disajikan hasil jepretan beberapa generasi kamera gelombang tera, sampai dengan generasi yang paling akhir. Gambar 1 merupakan contoh kamera yang menggunakan teknologi tera. Pada gambar 2, seseorang tampak seperti tidak pakai baju, namun resolusi gambar kurang bagus. Pada gambar 3 terdeteksi seseorang membawa pistol di saku celana kanan, dan pisau di saku kiri baju. Pada gambar 4 terdeteksi seseorang membawa pistol di lutut. Pada gambar berikutnya, resolusi gambar jauh lebih bagus.

Sumber bahan bacaan:

Assessment of Millimeter-Wave and Terahertz Technology for Detection and Identification of Concealed Explosives and Weapons. Committee on Assessment of Security Technologies for Transportation, National Research Council.ISBN:0-309-66849-2, 88pages, (2007

Berbagai sumber online